>> beranda

Resi Gudang (Warehouse Receipt) bukanlah hal baru di Indonesia. Para pelaku bisnis yang sering menggunakan pola Collateral Management Agreement (CMA) tentunya tidak asing dengan Resi Gudang. Kegiatan yang didasari oleh perjanjian kerjasama tiga pihak (tripartite agreement) antara Pemilik Barang, Lembaga Pembiayaan/Perbankan dan Pengelola Gudang sudah tidak lagi asing dengan istilah Resi Gudang. Dokumen bukti kepemilikan barang ini diterbitkan oleh Pengelola Gudang yang bertugas mengelola barang yang menjadi jaminan diberikannya kredit/pembiayaan oleh lembaga keuangan kepada pemilik barang. Resi Gudang jenis ini bukan merupakan surat berharga, karena diterbitkan berdasarkan perjanjian yang hanya mengikat ketiga pihak tersebut.

Pada tahun 2006 telah diberlakukan Undang-Undang No. 9 tentang Sistem Resi Gudang, kemudian menyusul pada tahun 2007 diterbitkan Peraturan Pemerintah No. 36 mengenai Pelaksanaan Sistem Resi Gudang dan Peraturan Kepala Bappebti yang mengatur teknis penyelenggaraan Sistem Resi Gudang. Berdasarkan peraturan inilah lahir satu jenis Resi Gudang baru di Indonesia, dimana Resi Gudang bukan hanya sekedar bukti kepemilikan atas barang yang disimpan di gudang, melainkan dapat berfungsi sebagai surat berharga yang dapat diperdagangkan baik secara domestik maupun internasional, juga dapat dijadikan bukti penyerahan barang dalam kontrak derivatif yang dilakukan dalam suatu kontrak berjangka yang diperdagangkan dalam bursa berjangka. Komoditas yang saat ini dapat disimpan dalam Gudang Sistem Resi Gudang ditetapkan melalui Permendag Nomor 35/M-DAG/PER/05/2016 yang meliputi Gabah, Beras, Jagung, Kopi, Kakao, Lada, Karet, Rumput Laut, Rotan, Garam, Gambir, Teh, Kopra dan Timah. Pilot project Sistem Resi Gudang mulai dilakukan pada tahun 2008 bertempat di Indramayu dan Jombang untuk komoditas Gabah.

Berdasarkan pada Amanat Undang-Undang tersebut, Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan ditunjuk sebagai lembaga yang diberikan wewenang dan tanggung jawab untuk melakukan pembinaan, pengaturan dan pengawasan pelaksanaan Sistem Resi Gudang.